Senin, 06 Mei 2013

Nautilus, Si Cumi Bercangkang

Nautilus adalah kelas chepalopoda dan termasuk moluska.  Moluska cantik ini tersebar di daerah Indo-Pasifik dan mendiami dasar parairan pada kedalaman rata-rata 300-350.  Namun organisme ini sering naik ke permukaan hingga tinggal ratusan meter untuk mencari makan, kawin dan bertelur.  Setelah itu ia bisa turun lagi ke dasar perairan sejauh 800 m dari permukaan air laut.
 

Nama ‘Nautilus’ berasal dari bahasa Yunani yang artinya ‘pelaut.’ Sekilas binatang ini mirip siput karena memiliki cangkang. Tapi, ia bukanlah keluarga siput. Nautilus tergolong keluarga Chelapoloda, atau satu golongan dengan cumi-cumi dan gurita. Jadilah Nautilus sebagai satu-satunya jenis cumi-cumi yang memiliki cangkang!

Cangkang Nautilus berbentuk spiral (berbentuk garis memutar) bergaris keperakan. Cangkang ini melindungi bagian tubuh Nautilus yang lunak. Seperti keluarga cumi-cumi lainnya, Nautilus juga memiliki tentakel. Jumlahnya mencapai sembilanpuluhan tentakel. Tentakel-tentakel ini terbagi menjadi dua lingkaran. Berbeda dengan tentakel cumi-cumi atau gurita, tentakel Nautilus tidak memiliki pengisap. Untuk bernafas, Nautilus memiliki dua pasang insang.

Nautilus tergolong predator. Ia memakan, udang dan ikan-ikan kecil yang tertangkap oleh tentakelnya. Dan hebatnya, Nautilus hanya butuh makan sekali sebulan.

Kebanyakan Nautilus hanya berdiamter sekira 20 cm. Jenis terbesar Nautilus pompilius yang hidup di Australia barat dengan diameter mencapai 26,8 cm. Sedangkan jenis terkecil yaitu Nautilus macromphalus, biasanya hanya berukuran 16 cm.

Photo © Ingrid Taylar
Nah, yang unik dari Nautilus ini adalah caranya menyelam. Cumi bercangkang menyelam dengan cara memasukkan air ke dalam ronga-ronga tubuhnya. Dalam cangkangnya, Nautilus memiliki dua puluh delapan rongga yang saling berhubungan. Saat hendak menyelam, Nautilus mengisinya dengan cairan. Sebaliknya ketika hendak mengapung, Nautilus mengeluarkan cairan dari dalam rongga dan menggantinya dengan gas.
Cara seperti ini persis dengan teknologi yang diterapkan kapal selam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuntunan Hidup Agar Jangan Sampai Tersesat, Tidak Ada Arwah Orang Yang Meninggal Gentayangan

Fenomena anak indigo makin banyak muncul ditengah masyarakat. Sayang, hingga saat ini belum banyak yang mengkritisi anak indigo dari ti...